Analisis Parameter Agronomi Tanaman Edamame (Glycine max L.) pada Lahan Konvensional Berdasarkan Keanekaragaman Arthropoda

Penulis

  • Iqbal Tantowi Politeknik Negri Jember
  • Mahindra Aisyah Politeknik Negeri Jember
  • Iqbal Erdiansyah Politeknik Negeri Jember
  • Trisnani Alif Politeknik Negeri Jember
  • Tirto Widodo Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/agropross.2026.988

Kata Kunci:

Agroekosistem, Edamame, Keanekaragaman, Arthropoda, Lahan Konvensional, Parameter Agronomi

Abstrak

Keanekaragaman arthropoda berperan penting dalam menjaga stabilitas agroekosistem dan berpotensi memengaruhi proses pertumbuhan tanaman. Meskipun demikian, keterkaitan antara keragaman arthropoda dan parameter agronomi pada sistem budidaya konvensional, khususnya edamame (Glycine max L.), masih terbatas diteliti. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara keanekaragaman arthropoda dan parameter agronomi tanaman edamame pada lahan konvensional.Penelitian dilakukan di Desa Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember pada Agustus–Oktober 2025. Sampel arthropoda dikoleksi menggunakan pitfall trap, yellow trap, dan sweep net. Tingkat keanekaragaman dihitung dengan indeks Shannon–Wiener (H’), kemudian dianalisis hubungannya dengan tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 2–6 minggu setelah tanam (MST). Hasil menunjukkan bahwa nilai H’ umumnya tidak memiliki korelasi nyata dengan tinggi tanaman maupun jumlah daun pada sebagian besar periode pengamatan. Hubungan signifikan hanya ditemukan pada umur 4 MST antara H’ dan jumlah daun (p<0,05). Fenomena ini diduga karena tanaman berada pada fase vegetatif aktif sehingga lebih peka terhadap kondisi ekosistem dan kontribusi arthropoda dalam menekan populasi hama. Pada umur 2–3 MST, tanaman masih dalam tahap awal pertumbuhan sehingga pengaruh arthropoda belum tampak jelas. Sementara itu, pada umur 5–6 MST tanaman mulai memasuki fase generatif sehingga pertumbuhan vegetatif tidak lagi dominan. Tinggi tanaman juga cenderung dipengaruhi oleh faktor genetik serta kondisi lingkungan. Secara keseluruhan, keanekaragaman arthropoda tidak menunjukkan hubungan yang konsisten dengan parameter agronomi edamame, namun berperan penting pada fase vegetatif tertentu. Hasil ini menegaskan perlunya mempertimbangkan dinamika arthropoda dalam pengelolaan agroekosistem untuk mendukung produktivitas edamame pada sistem budidaya konvensional.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-20

Cara Mengutip

Tantowi, I., Aisyah, M., Erdiansyah, I., Alif, T., & Widodo, T. (2026). Analisis Parameter Agronomi Tanaman Edamame (Glycine max L.) pada Lahan Konvensional Berdasarkan Keanekaragaman Arthropoda. Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture, 534–540. https://doi.org/10.25047/agropross.2026.988

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>