Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Pola Swadaya Pasca Peremajaan di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi

Penulis

  • Mirawati Yanita Universitas Jambi https://orcid.org/0000-0001-7408-919X
  • Karina Rahmah Universitas Jambi
  • Ulidesi Siadari Universitas Jambi
  • Gina Fauzia Universitas Jambi
  • Sri Utami Lestari Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1051

Kata Kunci:

Komparasi, Kelapa Sawit, Pasca Peremajaan, Pendapatan, Usahatani

Abstrak

Usahatani kelapa sawit  menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas pasca peremajaan. Terdapat 2  teknik peremajaan  yakni konvensional dan  underplanting. Namun, komparasi pendapatan dari kedua teknik tersebut penting sebagai pedoman pelaksanaan peremajaan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan  gambaran usahatani kelapa sawit pasca peremajaan 2) menganalisis besarnya pendapatan usahatani kelapa sawit 3) menganalisis perbedaan pendapatan usahatani kelapa sawit pasca peremajaan dengan teknik peremajaan konvensional dan teknik peremajaan underplanting. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif, analisis pendapatan, analisis uji beda dua rata-rata. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sungai Bahar yang ditentukan secara purposive. Jumlah petani sampel dalam penelitian ini adalah 74 orang dengan pembagian 30 orang petani yang melakukan peremajaan dengan teknik konvensional dan 44 orang petani melakukan peremajaan dengan teknik underplantingHasil penelitian menunjukkana bahwa (1) Luas lahan yang melakukan peremajaan dengan teknik konvensional dan  teknik peremajaan underplanting sebesar  2 Ha. Dimana pada teknik peremajaan konvensional jumlah tanaman yaitu 130 Batang/Ha dan jumlah tanaman pada teknik peremajaan underplanting yaitu 133 Batang/Ha. (2) Pendapatan pada teknik peremajaan konvensional yaitu sebesar Rp. 25.026.167/Ha/Tahun, sedangkan pendapatan pada peremajaan underplanting yaitu sebesar Rp 19.406.202/Ha/Tahun. Selisih pendapatan yang diterima petani sebesar Rp. 5.619.965/Ha/Tahun atau sebesar 22,45%. (3) Hasil uji beda dua rata-rata bahwa terdapat perbedaan pendapatan antara teknik peremajaan konvensional dan teknik peremajaan underplanting.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afrianto, E., Hutabarat, S., & Asminar. (2020). Fluktuasi Harga TBS Petani Plasma dan Swadaya (Studi Kasus: Koperasi Unit Desa Sinar Kerakap Kecamatan Bathin II Pelayang Kabupaten Bungo). Jurnal Agri Sains, 4(1), 31–36.

Aldieyansah, I., Sudrajat, J., & Fitriani, W. (2026). Analisis Perubahan Pendapatan Petani pada Masa Replanting Kelapa Sawit. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 12(1), 673–682.

Ambarwati, N. Y., Napitupulu, D., & Yanita, M. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Melaksanakan Peremajaan Kelapa Sawit di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Journal of Agribusiness and Loca Wisdom, 4(1), 15–25.

Balai Penyuluh Pertanian Sungai Bahar. (2018). Laporan Data Kelompok Tani BPP Sungai Bahar.

Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. (2018). Statistik Perkebunan Provinsi Jambi 2013-2017.

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2020). Statistik Perkebunan Indonesia 2018-2020: Komoditas Kelapa Sawit.

Elisa, I., & Yulhendri. (2023). Analisis Dampak Replanting Kebun Kelapa Sawit Terhadap Ekonomi Keluarga di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya. Jurna. Salingka Nagari, 2(2), 483–490.

Fauzia, G., Hamid, E., & Yanita, M. (2023). Pola Pendapatan Petani Kelapa Sawit Swadaya Pasca Peremajaan Sistem Underplanting di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 5, 315–320. https://doi.org/10.30595/pspfs.v5i.739

Kemala, N., Alawiyah, W., & Yuanwiarno, P. (2021). Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Pasca Umur Produktif Di Desa Bukit Makmur Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal MeA (Media Agribisnis), 6(1), 23–32. https://doi.org/10.33087/mea.v6i1.94

Kurniasari, D., & Iskandar, S. (2020). Dampak peremajaan (replanting) kelapa sawit terhadap kondisi sosial ekonomi petani kelapa sawit di desa kemang indah kecamatan mesuji raya kabupaten ogan komering ilir. SOCIETA, 9(1), 32–36.

Mariyah, Syaukat, Y., Hartoyo, S., Fariyanti, A., & Krisnamurti, B. (2018). Penentuan Umur Optimal Peremajaan Kelapa Sawit di Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 11(1), 103–115.

Nurjanah, A., Sukariawan, A., & Saragih, D. A. (2021). Perbandingan Keragaan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jzcq.) pada Sistem Peremajaan Konvensional dan Underplanting. AGRO ESTATE: Jurnal Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit Dan Karet, 5(2), 82–88.

Soekartawi. (2016). Analisis Usahatani. Universitas Indonesia (UI Press).

Sujarweni, V. W. (2014). SPSS untuk Penelitian. Pustaka Baru Press.

Susanti, E., Hutabarat, S., & Muwardi, D. (2014). Analisis Perbandingan Alternatif Model Peremajaan Kelapa Sawit Konvensional dengan Underplanting Pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di Desa Sei Lambu Makmur Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Jom Faperta, 1(2), 1–9.

Sutarta, E. S., Prawira, S. A., Ginting, E. N., Rahutomo, S., Santoso, H., & Susanto, A. (2008). Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit Sistem Underplanting, Keunggulan dan Kelemahannya. Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

Yanita, M., Ernawati, H. D., & Napitupulu, D. (2020). Studi Struktur Biaya dan Penerimaan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya Pasca Peremajaan di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Agritech, 22(2), 100–109. https://doi.org/https://doi.org/10.30595/agritech.v22i2.8575

Yanita, M., HD, E., Alamsyah, Z., Napitupulu, D., & Fauzia, G. (2021). Skema Pola Peremajaan Kelapa Sawit Swadaya yang Berkelanjutan di Provinsi Jambi. Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis, 24(1), 21–27.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-04

Cara Mengutip

Yanita, M., Rahmah, K., Siadari, U., Fauzia, G., & Utami Lestari, S. (2026). Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Pola Swadaya Pasca Peremajaan di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture, 628–638. https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1051

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama