Analisis Awal Populasi Nematoda Meloidogyne spp. Pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.)
DOI:
https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1052Kata Kunci:
Meloidogyne spp., populasi awal, juvenil J2, telur nematoda, tanaman tomatAbstrak
Nematoda puru akar Meloidogyne spp. Merupakan organisme pengganggu tanaman yang dapat menurunkan produktivitas tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) melalui kerusakan sistem perakaran dan pembentukan puru. Tingkat serangan nematoda sangat dipengaruhi oleh populasi awal, khususnya juvenil stadium II (J2) dan telur sebagai stadia infektif utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis populasi awal nematoda pada tanaman tomat. Pengamatan dilakukan melalui ekstraksi nematoda dari akar tanaman bergejala yang berasal dari beberapa lokasi berbeda, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan jumlah juvenil dan telur menggunakan mikroskop. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa populasi awal nematoda pada tanaman terinfeksi berkisar antara 70–90 individu per tanaman, yang mengindikasikan tingkat infestasi yang cukup tinggi. Variasi populasi antar sampel diduga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan tingkat serangan pada masing-masing lokasi. Data ini memberikan informasi awal yang penting dalam memahami tingkat infestasi nematoda pada tanaman tomat.
Unduhan
Referensi
Ginting, C. N. P., Mulawarman, M., Farrastri, D., Akbar, W., Studi, P., Ilmu, J., Penyakit, H., Fakultas, T., Universitas, P., Selatan, S., Studi, P., Fakultas, A., Universitas, P., & Selatan, S. (2025). Efektivitas Jamur ( Arthrobotrys sp .) Mengendalikan Puru Akar ( Meloidogyne sp .) pada Tanaman Tomat ( Solanum lycopersicum ). Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal, 6051, 558–566.
Hedir, M. A., & Fitriyanti, D. (2026). Efektifitas Beberapa Spesies Trichoderma spp. Terhadap Keparahan Penyakit TanamaniSeledri (Apium graveolensi L.) Yang Terinfeksi Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.). Proteksi Tanaman Tropika, 9(01).
Hersanti, Rasiska, S., & Sari, R. S. (2023). Uji Kemampuan Bacillus subtilis dan Lysinibacillus sp . dalam Campuran Carbon Fiber dan Silica Nano untuk Mengendalikan Nematoda Puru Akar ( Meloidogyne spp .) pada Tanaman Tomat. Jurnal Agrosains Dan Teknologi, 8(1), 29–38.
Jones, J. T., Haegeman, A., Danchin, E. G. J., Gaur, H. S., Helder5, J., Jones, M. G. K., Kikuchi, T., Manzanilla-López, R., Palomares-Rius, J. E., Wesemael, W. M. L., & Perry, R. N. (2013). Molecular Plant Pathology - 2013 - Jones - Top 10 plant‐parasitic nematodes in molecular plant pathology (1).pdf (pp. 946–961).
Putra, A., Rustikawati, & Sutrawati, M. (2024). Analisis Korelasi Faktor Lingkungan dengan Distribusi dan Intensitas Serangan Meloidogyne spp . pada Tomat di Bengkulu Correlation Analysis of Environmental Factors with the Distribution and Intensity of Meloidogyne spp . on Tomatoes in Bengkulu. SEMINAR NASIONAL PERLINDUNGAN TANAMAN (SNPT), 2.
Raihana, Fitriyanti, D., & Zairin. (2018). Aplikasi Perkembangan Stadia Hidup Nematoda Puru Akar ( Meloidogyne spp .) Mulai Dari Fase Telur Sampai Dewasa pada Pertanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) di Kota Banjarbaru. JTAM AGROEKOTEK VIEW, 1(2).
Sagita, L., Siswanto, B., & Hairiah, K. (2014). Studi keragaman dan kerapatan nematoda pada berbagai sistem penggunaan lahan di sub das konto. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 1(1), 51–60.
Wijayanti, K. S., Rahardjo, B. T., & Brawijaya, U. (2016). Pengaruh PGPR terhadap Penekanan Populasi Nematoda Puru Akar ( Meloidogyne incognita (Kofoid and White Chitwood) pada Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus L.). Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 8(April), 30–39.
Yogaswara, D. A. (2020). Peran Nematoda Hidup Bebas di Dalam Tanah. Prosiding Seminar Nasional Biologi, September, 232–238.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Rafi Maulana Ramadhan, Noni Ramadhani, Wiwin Windriyanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta (Copyright) artikel yang dipublikasikan di Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture dipegang oleh penulis (Copyright by Authors) di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY). Sehingga penulis tidak memerlukan perjanjian pengalihan hak cipta yang harus diserahkan kepada redaksi.