Aplikasi Vitamin B1 dan Pupuk Growmore terhadap Pertumbuhan Bibit Krisan Varietas Fiji pada Tahap Aklimatisasi

Penulis

  • Leli Kurniasari Politeknik Negeri Jember
  • Ananda Riska Firgiana Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1026

Kata Kunci:

Aklimatisasi, Krisan, Pupuk Growmore, Vitamin B1

Abstrak

Krisan (Chrysanthemum indicium L.) merupakan tanaman hias bernilai ekonomi tinggi yang banyak diperbanyak melalui teknik kultur jaringan. Salah satu tahapan kritis dalam perbanyakan tersebut adalah proses aklimatisasi, karena planlet harus beradaptasi dari kondisi in vitro ke lingkungan ex vitro yang sering menimbulkan stres fisiologis dan menurunkan persentase hidup tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi vitamin B1 dan pupukdaun Growmore serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan krisan pada tahap aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan di Green House Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember pada bulan Juni–September 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi vitaminB1(2ml/L,3ml/L,dan4ml/L), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Growmore (2 g/L, 3 g/L, dan 4 g/L). Setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan jumlah anakan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji LSDpada taraf 5%.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi vitamin B1 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, sedangkan pupuk Growmore berpengaruh nyata terhadap persentase hidup dan panjang akar. Interaksi antara vitamin B1 dan pupuk Growmore memberikan pengaruh nyata terhadap persentase hidup dan panjang akar planlet krisan pada tahap aklimatisasi. Perlakuan pupuk Growmore dosis 3 g/L menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi, sedangkan kombinasi perlakuan tertentu mampu menghasilkan persentase hidup hingga 100%.. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aplikasi vitamin B1 dan pupuk Growmore dengan dosis yang tepat mampu meningkatkan keberhasilan aklimatisasi dan pertumbuhan vegetatif tanaman krisan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ariesna, F. D., Sudiarso, dan N. Herlina. 2014. Respon 3 varietas tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium L.) pada berbagai warna tambahan. respon of 3 chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium L.) plant varieties on addition of different light colors. Jurnal Produksi Tanaman. 2(5):419–426.

Asiva Noor Rachmayani. 2015. Aklimatisasi anggrek (Phalenopsis amabilis L.)dengan media tanaman yang berbeda dan pemberian pupuk daun. Jurnal Horti Indonesia. 10(2):119–127.

Aulia. 2021. Aplikasi pupuk daun dan vitamin b1 terhadap pertumbuhan anggrek dendrobium tahap aklimatisasi. Skripsi. 1–34.

Azis, H. Y., & Wardana, R. 2019. Pengaruh kombinasi vitamin b1 dan pemberian nutrisi makro terhadap presentase keberhasilan aklimatisasi bibit hasil kultur in-vitro. Jurnal Produksi Tanaman. Vol. 7, No:Hal. 2011-2019.

Christy, J., R. Sinaga, D. Maruli, T. Gultom, M. Program, S. Agroteknologi, F. Sains, dan U. Quality. 2023. Respon pertumbuhan bibit tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dengan aplikasi vitamin b1 growth response of cayenne pepper plant seeding (Capsicum frutescens L.) with the application of vitamin b1. Jurnal Agroteknologisains. 7(2):197–204.

Dalaila, I. 2019. Morfologi dan anatomi chrysanthemum morifolium ramat . var . serta Chrysanthemum indicum L . var . Mustika Kaniya. Journal of Biologiy and Applied Biology. 2(2):53–58.

Dwi mahyani, I. dan S. Gandanegara. 2001. Perbanyakan tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium L.) melalui kultur jaringan. Berita Biologi. 5(4):413–419.

Eisa, E. A., A. Tilly-m, P. Honfi, A. Y. Shala, dan M. A. Gururani. 2022. Chrysanthemum :a comprehensive review on recent developments on in vitro regeneration. Jurnal Biologi. 1–27.

F, Oktavia. C, T, S. 2020. Media tanam terhadap keberhasilan aklimatisasi tanaman. Jurnal Penelitian Karet. 38(1):1–16.

Fitzpatrick, T. B. dan L. M. Chapman. 2020. The importance of thiamine (Vitamin B1) in plant health : from crop yield to biofortification. Journal of Biological Chemistry. 295(34):12002–12013.

Gani, A, dkk. 2023. Pengaruh berbagai konsentrasi pupuk daun Growmore terhadap pertumbuhan tanaman hias monstera (Monstera adansonii). AGrotekMAS. 4(2)

Gani, I. S., S. Subaedah, dan A. Ralle. 2023. Pengaruh berbagai konsentrasi pupuk daun growmore terhadap pertumbuhan tanaman hias monstera (Monstera adansonii). AGrotekMAS Jurnal Indonesia: Jurnal Ilmu Peranian. 4(2):183–191.

Gardner, F. P., R. B. Pearce, dan R. L. M. 1991. Fisiologi tanaman budidaya. Universitas Indonesia (UI-Press). Vol. 1(Issue 2):Vol. 1, Hal. 210-215.

George, E. F. dan M. A. Hall. 2008. Plant propagation by tissue culture 3rd edition edited by. Institude of Biological Sciences

Grzelak, M., A. Pacholczak, dan K. Nowakowska. 2024. Challenges and insights in the acclimatization step of micropropagated woody plants. Plant Cell, Tissue and Organ Culture (PCTOC). 159(3):1–20.

Halvin, al et. 2014. Soil fertility and fertilizers an introduction to nutrient management. Book. 1-519

Hanasari, F. P., Budiono, R. 2024. Pengaruh konsentrasi vitamin B1 (Thiamin HCl) terhadap pertumbuhan vegetatif dan kadar klorofil tanaman hortikultura. Fisiologi Terapan. 5, No:Hal. 12-25.

Hidayat, A S., & M. 2021. Pengaruh pemberian Vitamin B1 dan pupuk growmore terhadap pertumbuhan bibit tanaman lada (Piper nigrum L.). Agroteknologi. Vol. 11, N:Hal. 125-132.

Lestari, D. A. 2022. Efektifitas konsentrasi Vitamin B1 dalam menstimulasi pertumbuhan akar pada fase aklimatisasi. Agroscience. Vol. 12, N(menguraikan peran thiamine sebagai biostimulan pada fase awal pertumbuhan):Hal. 77-85.

Makal, H. V. G. D. A. . T. dan. 2008. Efektifitas kombinasi senpv dan curacron 500 ec terhadap larva spodoptera exigua hubner (Lepidoptera noctuidae) pada tanaman bawang daun. Jurnal Eugenia. 14(3):317–322.

Prasetyo, Utami, S. 2020. Pengaruh pemberian pupuk daun majemuk terhadap tunas lateral dan biomassa pada tanaman krisan. Agronomi Indonesia. Vol. 48, N:Hal. 175-182.

Pratama, R., D. 2024. Analisis serapan hara pada pemberian pupuk daun di fase awal pertumbuhan. Agrosience. Vol. 12:Hal. 88-95.

Rahardjo, I.B. dan Suhardi. 2008. Insidensi dan intensitas serangan penyakit karat putih pada beberapa klon krisan. Jurnal Hortikulturaol. 18(3):312–318.

Rahayu, P. S., S. Susiyanti, S. Isminingsih, dan P. Utama. 2023. Respon pertumbuhan plantlet pisang Cavendish var. grand naine pada aklimatisasi dengan pemberian pupuk daun dan Vitamin B1 yang berbeda. Jur. Agroekotek. 15(2):63–80.

Ramlan, A., & Darman, S. 2020. Pengaruh pemberian Vitamin B1 terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao (Theobroma cacao l.). Agrotekbis. Vol. 8, No:Hal. 612-619.

Sanjaya, L., B. Marwoto, dan R. Soehendi. 2015. MEMBANGUN industri bunga krisan yang berdaya saing melalui pemuliaan mutasi developing competitive chrysanthemum industry through mutation breeding. Pengembangan Inovasi Pertanian. 8(1):43–54.

Sari, R. P., & Nurina, W. 2021. Efektifitas aplikasi thiamine (Vitamin B1) terhadap pertumbuhan vegetatif dan perkembangan akar bibit tanaman hortikultura. Produksi Tanaman. Vol. 9, No

Sigit, I. M. I., M. N. Sangadji, dan Adrianton. 2014. Uji efektivitas mikroba rumpun bambu pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) effectiveness test of bamboo clump microbial fertilizer on the growth and yield of shallot (allium ascalonicum l.). E-J.Agrotekbis. 2(3):230–236.

Solihat, l, dkk. 2021. Pengaruh pemberian vitamin B1 dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit tanaman lada (Piper nigrum L.). Agroteknologi Tropika. 10, H(Vitamin B1 memicu metabolisme awal yang memungkinkan akar menyerap hara NPK lebih efisien)

Srilestari, R. 2019. Penambahan thiamin dan pupuk daun pada tahap aklimatisasi pisang abaka (Musa textillis nee.). Agrivet. 25:88–95.

Sutedjo.M.M. 2010. Pupuk Dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Vol.15,No 2, Hal32-45

Uge, E., E. Yusnawan, dan Y. Baliadi. 2021. Pengendalian ramah lingkungan hama ulat grayak (Spodoptera litura fabricius ) pada tanaman kedelai. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang Dan Umbi. 1–71.

Utaminingsih, U., A. Astiti, dan S. Sutikno. 2021. Morfologi trikoma petal dan sepal bererapa varietas bunga krisan (Chrysanthemum morifolium ramat.). Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology. 4(2):87–95.

Wiraatmaja, I. W. 2017. Aplikasi zat pengatur tumbuh Vitamin B1 pada tanaman hias. Agrotrop. Vol. 7:No. 1, hal. 82-91. ISSN: 2088-155X.

Yusnita, Y. 2015. Evaluasi tingkat keberhasilan aklimatisasi berbagai varietas krisan hasil kultur jaringan. Jurnal Hortikultura. Vol. 6, No:hal. 155-163.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-20

Cara Mengutip

Kurniasari, L., & Firgiana, A. R. (2026). Aplikasi Vitamin B1 dan Pupuk Growmore terhadap Pertumbuhan Bibit Krisan Varietas Fiji pada Tahap Aklimatisasi. Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture, 254–265. https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1026

Artikel Serupa

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama