Aplikasi Pupuk Boron dan Waktu Aplikasi Giberelin terhadap Mutu Benih Kedelai (Glycine max [L.] Merrill)
DOI:
https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1045Kata Kunci:
Boron, , Giberelin, kedelai, mutu benihAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk Boron dan waktu aplikasi Giberelin serta interaksinya terhadap mutu benih kedelai (Glycine max [L.] Merrill). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk Boron yang terdiri atas B0 (0 kg/ha), B1 (1 kg/ha), B2 (2 kg/ha), dan B3 (3 kg/ha), sedangkan faktor kedua adalah waktu aplikasi Giberelin yang meliputi W0 (tanpa aplikasi), W1 (7 hari sebelum berbunga), W2 (4 hari setelah berbunga), dan W3 (11 hari setelah berbunga). Parameter yang diamati meliputi produksi benih per hektar, berat 1000 butir, serta mutu fisiologis benih yang meliputi kecepatan tumbuh, daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, dan indeks vigor. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk Boron berpengaruh nyata terhadap produksi benih per plot dan per hektar, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter mutu benih. Waktu aplikasi Giberelin berpengaruh terhadap produksi benih, berat 1000 butir, daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum. Interaksi antara pupuk Boron dan waktu aplikasi Giberelin berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum. Perlakuan Boron 2 kg/ha dan aplikasi Giberelin 11 hari setelah berbunga memberikan respons yang relatif stabil terhadap mutu benih kedelai.
Unduhan
Referensi
Andri Kurniawan. (2018). Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Hormon GA3 Terhadap Vigor Dan Viabilitas Benih Jati Di Persemaian. Urnal Agrotek Indonesia 3(1): 22-28 (2018), 3(1), 302–308.
Ariani Syahfitri Harahap, Suryani Sajar, W. Y. (2025). Pengaruh Konsentrasi Giberelin Terhadap Pertumbuhan Tiga Varietas Kacang Kedelai. Jurnal Agroplasma, 26(1), 60–78.
Brian J. Alloway. (2008). Boron deficiency in crops. Journal of Plant Nutrition. Taylor & Francis, 31(12), 1955–1977. https://doi.org/01904160802491187
Castro-Camba, R., Sánchez, C., Vidal, N., & Vielba, J. M. (2022). Interactions of Gibberellins with Phytohormones and Their Role in Stress Responses. Horticulturae, 8(3). https://doi.org/10.3390/horticulturae8030241
Ernawati, A., & Sandhy, P. D. A. (2018). Pengaruh penyemprotan boron dan GA3 pada pertumbuhan , produksi dan mutu benih kedelai. Agrotek Tropika, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, 6(2), 72–78.
Erol, S. A., & Arslanoğlu, Ş. F. (2022). The Effect of Different Gibberellic Acid (GA3) Doses on Seed Germination Properties of Some Soybean [Glycine max (L.) Merr.] Cultivars. International Journal of Innovative Approaches in Agricultural Research, 6(4), 340–350. https://doi.org/10.29329/ijiaar.2022.506.5
Harahap, A. S., Hafiz, M., Mahareni, S., & Sitepu, B. (2024). Pengaruh Perendaman Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Kedelai. September, 1094–1105.
J. Kamil. (1986). Teknologi Benih 1.
Karyawati, A. S., & Cahya, I. K. (2023). Penerapan GA3 Bervariasi Konsentrasi Terhadap Kedelai Untuk Mencegah Kerontokan Bunga. Gunung Djati Conference Series, 33, 302–315.
Khairunisa, I. (2022). Pengaruh produksi kedelai, harga kedelai impor, dan nilai tukar terhadap impor kedelai Indonesia tahun 2011-2020. Transekonomika: Akuntansi, Bisnis Dan Keuangan, 2(6), 57–70.
Limbong, H. C., Lubis, S. N., & Wibowo, R. P. (2022). Analisis Permintaan dan Penawaran Kedelai di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Agro Bali : Agricultural Journal, 5(3), 568–575. https://doi.org/10.37637/ab.v5i3.108
Lincoln Taiz, Eduardo Zeiger, Ian M. Møller, dan A. M. (2015). Plant Physiology and Development.
Malcolm B. Wilkins. (1984). Advanced Plant Physiology.
Nazaruddin, M., & Irmayanti, I. (2020). Tingkat Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai Pada Berbagai Jarak Tanam Dan Konsentrasi Giberelin. Jurnal Agrium, 17(1). https://doi.org/10.29103/agrium.v17i1.2356
Pambudi, M., Priyono, & Siswadi. (2024). Study of Phosphate Fertilizer Dosage and Boron Trioxide Fertilizer Concentration on Soybean Seed Yield and Quality (Glycine max [L.] Merill). JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta, 25(2), 43–51. https://doi.org/10.33319/agtek.v25i2.173
Pertiwi, P. D., Agustiansyah, A., & Nurmiaty, Y. (2014). Pengaruh Giberelin (Ga3) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman KedelaI (Glycine max (L.) Merrill.). Jurnal Agrotek Tropika, 2(2), 276–281. https://doi.org/10.23960/jat.v2i2.2098
Peter Marschner. (2012). Mineral Nutrition of Higher Plants.
Rahmayanti, R., Nilahayati, N., & Ismadi, I. (2020). Varietas Dominan pada BudidayaPadi SawahTahun 2016-2019 di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Jurnal Agrium, 17(2). https://doi.org/10.29103/agrium.v17i2.8091
Safitri, N. D., & Islami, T. (2018b). Pengaruh tingkat pemberian air dan waktu aplikasi ga 3 pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (glycine max (l.) merrill). Jurnal Produksi Tanaman, 6(3), 470–478.
Statistik, B. P. (2023). BPS. 2023. Impor Kedelai Menurut Negara Asal Utama, 2017-2023. 6.
Suyamto, S., & Musalamah, M. (2016). Kemampuan Berbunga, Tingkat Keguguran Bunga, dan Potensi Hasil Beberapa Varietas Kedelai. Buletin Plasma Nutfah, 16(1), 38. https://doi.org/10.21082/blpn.v16n1.2010.p38-43
Timotiwu, P. B., Agustiansyah, A., & Dewi, E. C. (2022). Pengaruh taraf pH media logam alumunium terhadap viabilitas dan vigor tujuh varietas benih kedelai (Glycine max [L.] Merr.). Jurnal AGRO, 9(2), 308–320. https://doi.org/10.15575/19249
Tinto, R. (2012). Boron applications for increased soybean yields. Availabel Online at: Http://Www. Riotintominerals. Com,[10 April 2016].
Triani, N., Permatasari, V. P., & Guniarti, G. (2020). Pengaruh Konsentrasi dan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.). Agro Bali: Agricultural Journal, 3(2), 144–155. https://doi.org/10.37637/ab.v3i2.575
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Akbar Primandana, Leli Kurniasari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta (Copyright) artikel yang dipublikasikan di Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture dipegang oleh penulis (Copyright by Authors) di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY). Sehingga penulis tidak memerlukan perjanjian pengalihan hak cipta yang harus diserahkan kepada redaksi.