Transformasi Lahan Terbatas dan Perancangan Taman Segitiga sebagai Pusat Aktivitas Warga Tegalboto
DOI:
https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1073Kata Kunci:
Perencanaan Taman, Edu-Sport Garden, Ruang Terbuka HijauAbstrak
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan pemukiman padat penduduk seperti RW 027 Tegalboto Lor sering kali terbatas, sehingga diperlukan optimalisasi lahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pemanfaatan lahan berbentuk segitiga menjadi sebuah Edu-Sport Garden yang mengintegrasikan fungsi edukasi dan olahraga bagi masyarakat sekitar. Metode perencanaan yang digunakan meliputi tahap survei lokasi, analisis tapak, pengembangan konsep desain, hingga visualisasi rencana tapak (site plan). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan warga setempat untuk memahami kebutuhan ruang publik. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa Taman Segitiga dapat dioptimalkan dengan pembagian zona yang efisien, mencakup area vegetasi edukatif yang memperkenalkan berbagai jenis tanaman hortikultura, serta area olahraga ringan yang aman dan nyaman. Fasilitas pendukung seperti jalur pedestrian, alat olahraga outdoor, dan papan informasi edukasi dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup dan interaksi sosial warga. Kesimpulannya, konsep Edu-Sport Garden ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru lingkungan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kebugaran fisik bagi warga RW 027 Tegalboto Lor.
Unduhan
Referensi
Arianti, L. (2010). Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Rekayasa RUANG TERBUKA HIJAU Iin Arianti Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil POLNEP. Ilmu Pengetahuan Dan Rekayasa, 1–7.
Miswari. (2015). Sarana Olahraga Dengan Penekanan Ruang Terbuka Hijau. Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura, 3(2), 1–18.
Febriarto, P. (2021). Pemanfaatan Ruang Terbuka (Open Space) Untuk Tempat Berkumpul Di Jalur Pejalan Kaki. Mintakat: Jurnal Arsitektur, 22(2), 111–124.
Ika, M. C. (2018). Pemanfaatan Komponen Ruang Publik Yang Efektif Pada Jalan Veteran-Jalan Bandung Kota Malang “The Effective Utilization Of Public Space Elements At Veteran-Bandung Street (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Nasional Malang).
Prihandono, A. (2010). Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Menurut UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang dan Fenomena Kebijakan Penyediaan RTH Di Daerah. Jurnal Permukiman, 5(1), 13.
Herianto. 2003. Klub Olahraga di Malang. Tugas Akhir Teknik Arsitektur Institut Teknologi Nasional. Malang
Perancangan, K., Rekreasi, T., Kota, B., Perancangan, K., Rekreasi, T., & Olahraga, D. A. N. (n.d.). Konsep perancangan taman rekreasi dan olahraga di kelurahan balearjosari kota malang. 5–15.
Setyabudi, I., Nuraini, N., Alfian, R., & Nailufar, B. (2017). Konsep Taman Edukasi pada Sekolah Dasar di Kota Malang (Studi Kasus: SDN Lowokwaru 3 Malang). Review of Urbanism and Architectural Studies, 15(1), 23–34. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2017.015.01.3
Sumarsono, A. R., Baskara, M., & Sitawati. (2016). Evaluasi Kenyamanan Taman Jalur Hijau Di Kota Surabaya ( Studi Kasus : Jalan Raya Darmo). Jurnal Produksi Tanaman, 4 No.1, 40–48.
Suarna, I. W., Kusuma, K., & Wijana, S. (2007). Permasalahan kebisingan di kota Denpasar. Universitas Udayana.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rindha Rentina Darah Pertami, Rafli Satrio Adji Permadi, Tri Rini Kusparwanti, Fadil Rohman, Delizia Ratna Febiyanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta (Copyright) artikel yang dipublikasikan di Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture dipegang oleh penulis (Copyright by Authors) di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY). Sehingga penulis tidak memerlukan perjanjian pengalihan hak cipta yang harus diserahkan kepada redaksi.