The Analisis Laju Respirasi dan Kuosien Respirasi pada Perkecambahan Kacang Hijau (Phaseolus radiatus) dan Kacang Jobo (Phaseolus vulgaris) Menggunakan Teknik Manometer Warburg

Penulis

  • Setyo Andi Nugroho Politeknik Negeri Jember
  • Yohana Azaria Kiesha Widyaningrum Politeknik Negeri Jember
  • Siti Ismuamalia Politeknik Negeri Jember
  • Ramadhan Taufika Politeknik Negeri Jember
  • Eva Rosdiana Politeknik Negeri Jember
  • Devina Cinantya Anindita Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1053

Kata Kunci:

Manometer, Oksigen, Perkecambahan, Respirasi, Tumbuhan, Warburg

Abstrak

Respirasi merupakan proses metabolisme penting pada tumbuhan yang menghasilkan energi melalui oksidasi senyawa organik. Penelitian bertujuan mengukur laju respirasi dan menentukan kuosien respirasi (KR) pada perkecambahan kacang hijau (Phaseolus radiatus) dan kacang jobo (Phaseolus vulgaris) menggunakan teknik manometer Warburg. Metode yang digunakan melibatkan pengukuran konsumsi oksigen (O₂) dan produksi karbon dioksida (CO₂), dengan larutan KOH sebagai penyerap CO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kacang jobo diperoleh nilai X CO₂ sebesar 0,0531 dan X O₂ sebesar 0,05473 dengan nilai KR sebesar 0,9709. Nilai ini mendekati 1, yang mengindikasikan bahwa substrat utama respirasi adalah protein. Pada kacang hijau diperoleh nilai X CO₂ sebesar 0,01265 dan X O₂ sebesar 0,0301 dengan nilai KR sebesar 0,4203, yang menunjukkan bahwa substrat respirasi didominasi oleh lemak. Perbedaan nilai KR ini menunjukkan adanya variasi penggunaan substrat energi selama proses perkecambahan. Laju respirasi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ketersediaan substrat, suhu, oksigen, dan kondisi fisiologis kecambah. Beberapa kendala dalam peneliitian seperti ketidaksempurnaan penutupan alat dan ketidaksamaan massa sampel juga dapat mempengaruhi hasil pengukuran. Teknik manometer Warburg terbukti efektif dalam mengukur aktivitas respirasi jaringan tumbuhan secara kuantitatif.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Kamariyani. 1994. Fisologi Pasca Panen. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Krisdianto, dkk. 2005. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Banjarbaru: FMIPA Universitas Lambung Mangkurat.

Lovelles. A. R. 1997. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah Tropik. Jakarta: PT Gramedia.

Morohashi, Y.: Development of respiratory metabolism in seedsduring hydration. In: CROWE, J. H. and J. S. CLEGG (eds.): DryBiological Systems, pp. 225-240. Academic Press, N.Y. (1978).

Opik, H.: Some observations in coleoptile cell ultrastructure in un-germinated grains of rice (Osza sativa L.). Planta 102, 61-71 (1972).

Salisbury, Frank and Ross, Cleon. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Bandung: Penerbit ITB.

Sato, S. and T. Asahi: Biochemical properties of mitochondrialmembrane from dry pea seeds and changes in the properties dur-ing imbibition. Plant Physiol. 56, 816-820 (1975)

Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.

Solomos, T., S. S. Malhotra, S. Prasad, S. K. Malhotra, and M.Spencer: Biochemical and structural changes in mitochondriaand other cellular components of pea cotyledons during ger-mination. Can. J. Biochem. 50, 725-737 (1972).

Sowa, S., A. Dong, E. E. Roos, and W. S. Caughey: The anestheticnitrous oxide affects dioxygen utilization by bovine heart andbean seed mitochondrial particles. Biochem. Biophys. Res. Com-mun. 144, 643-648 (1987).

Tjitrosomo.1987. Botani Umum 2. Bandung: Penerbit Angkasa.

Tjondronegoro dkk. 2010. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Bogor: Biologi FMIPA IPB Bogor.

Yasa, I Komang Jaya Santika. 2009. Respirasi Dipengaruhi oleh Beberapa Faktor, Jakarta

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-20

Cara Mengutip

Nugroho, S. A., Widyaningrum, Y. A. K., Ismuamalia, S., Taufika, R., Rosdiana, E., & Anindita, D. C. (2026). The Analisis Laju Respirasi dan Kuosien Respirasi pada Perkecambahan Kacang Hijau (Phaseolus radiatus) dan Kacang Jobo (Phaseolus vulgaris) Menggunakan Teknik Manometer Warburg. Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture, 197–203. https://doi.org/10.25047/agropross.2026.1053

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>