Evaluasi Daya Hasil Beberapa Galur Jagung (Zea mays L.) di PT Surya Kencana Agrifarm Sejahtera
DOI:
https://doi.org/10.25047/agropross.2026.986Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hasil beberapa galur jagung (Zea mays L.) hibrida yang terdiri atas galur hasil persilangan three way cross (TS04, TS06, TS12, dan TS14) serta single cross (G01 dan G02) di PT Surya Kencana Agrifarm Sejahtera. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan satu faktor genotipe dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi umur berbunga betina, umur panen, panjang dan diameter tongkol, bobot tongkol kering, jumlah baris per tongkol, bobot pipilan biji kering per tongkol, jumlah biji per baris, bobot pipilan biji kering per plot, bobot 1.000 butir, rendemen benih, serta potensi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan genotipe memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter, khususnya umur berbunga betina, diameter tongkol, bobot pipilan biji kering per tongkol, jumlah biji per baris, bobot pipilan biji kering per plot, bobot 1.000 butir, dan potensi hasil. Genotipe TS06 dan TS04 menunjukkan umur berbunga betina lebih genjah, sedangkan genotipe G02 menunjukkan performa terbaik pada komponen hasil dan potensi hasil tertinggi. Sementara itu, beberapa parameter lain seperti umur panen, panjang tongkol, bobot tongkol kering, jumlah baris per tongkol, dan rendemen benih tidak menunjukkan perbedaan nyata antar genotipe. Berdasarkan hasil tersebut, genotipe G02 berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai calon varietas unggul.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Aresmana Pratama Bukit, Dwi Rahmawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta (Copyright) artikel yang dipublikasikan di Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture dipegang oleh penulis (Copyright by Authors) di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY). Sehingga penulis tidak memerlukan perjanjian pengalihan hak cipta yang harus diserahkan kepada redaksi.