Analisis Pengaruh Jarak Pantai Ketingan terhadap Salinitas dan Kesuburan Tanah Sawah di Beberapa Desa Kecamatan Buduran, Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.25047/agropross.2026.962Kata Kunci:
Coastal, FCC, Fertility, SalinityAbstrak
Wilayah pesisir memiliki potensi pertanian yang besar namun rentan terhadap permasalahan salinitas tanah akibat intrusi air laut. Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah pesisir yang berdekatan dengan Pantai Ketingan dan berpotensi mengalami peningkatan salinitas tanah yang dapat mempengaruhi kesuburan lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak Pantai Ketingan terhadap tingkat salinitas serta hubungannya dengan kesuburan tanah. Metode yang digunakan meliputi analisis sifat kimia tanah seperti pH, C-organik, P₂O₅, dan kapasitas tukar kation (KTK), serta evaluasi kesuburan tanah menggunakan metode Fertility Capability Classification (FCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat salinitas cenderung lebih tinggi pada lokasi yang lebih dekat dengan pantai, yang ditunjukkan oleh peningkatan kandungan Na dan nilai ESP. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas sifat tanah, meskipun secara umum status kesuburan tanah berada pada kategori sedang hingga tinggi. Faktor pembatas utama kesuburan tanah adalah rendahnya kandungan bahan organik dan adanya indikasi salinitas pada beberapa titik pengamatan. Oleh karena itu, pengelolaan lahan seperti penambahan bahan organik, perbaikan sistem drainase, dan pengelolaan irigasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Abelshausen, B., Vanwing, T., & Jacquet, W. (2015). Participatory integrated coastal zone management in Vietnam: Theory versus practice case study: Thua Thien Hue province. Journal of Marine and Island Cultures, 4(1), 42–53.https://doi.org/10.1016/j.imic.2015.06.004
Arafah, M. S., Setiawati, M. R., & Nurbaity, A. (2017). Pengaruh pupuk organik (Azolla pinnata) terhadap C-organik tanah, serapan N dan bobot kering tanaman padi (Oryza sativa L.) pada tanah dengan tingkat salinitas tinggi. Jurnal Agroekoteknologi, 9(1).
Balai Penelitian Tanah. (2009). Petunjuk Teknis Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Pertanian. Bogor: Kementerian Pertanian.
Balitbangtan. (2016). Varietas Padi Toleran terhadap Lahan Salin Terus Dikembangkan
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo. (2025). Kecamatan Buduran dalam angka 2025 (No. 1102001.3515120; ISSN 2620- 7087). Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo. https://sidoarjokab.bps.go.id/id/publication/2025/09/26/9fa6cc53cd1a189656bf4f2d/buduran district-in-figures-2025.html
Bennett, J. M., Marchuk, A., & Marchuk, S. (2016). An alternative index to the exchangeable sodium percentage for an explanation of dispersion occurring in soils. Soil Research, 54(8), 949-957.
Citraresmini, A. (2010). Komposisi kandungan fosfor pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) berasal dari pupuk P dan bahan organik. Bionatura, 12(3).
Erfandi, D., & Rachman, A. (2011). Identification of Soil Salinity Due to Seawater Intrusion on Rice Field in the Northern Coast of Indramayu, West Java. Jurnal TANAH TROPIKA (Journal of Tropical Soils), 16(2), 115–121. https://doi.org/10.5400/jts.2011.16.
Hanafiah K.A. (2014). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta Rajawali Pers
Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah. Presindo. Jakarta. Indonesia: Akademi.
Karolinoerita, V., & Annisa, W. (2020). Salinisasi lahan dan permasalahannya di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 14(2), 91-99.
Krisnawati, D., & Bowo, C. (2019). Aplikasi kapur pertanian untuk peningkatan produksi tanaman padi di tanah sawah aluvial. Sumber, 1, 69.
Masganti, M., Abduh, A. M., Alwi, M., Noor, M., & Agustina, R. (2022). Pengelolaan lahan dan tanaman padi di lahan salin. Jurnal Sumberdaya Lahan, 16(2), 83-95.
Suratman, S., Hikmatullah, H., & Sulaeman, A. A. (2018). Karakteristik tanah-tanah dari bahan induk abu volkan muda di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jurnal Tanah dan Iklim, 42(1), 1-12.
Suryani, I. (2014). Kapasitas Tukar Kation (KTK) Berbagai Kedalaman Tanah Pada Areal Konversi Lahan Hutan: Cation Exchange Capacity (CEC) Soil Depth In Various Areas Of Forest Land Conversion. Jurnal Agrisistem, 10(2), 99-106
Sutedjo, M. M. (2002). Pupuk Dan Cara Penggunaan. Rineka Cipta. Jakarta.
Purwaningrahayu, R. D., & Taufiq, A. (2018). Pemulsaan dan ameliorasi tanah salin untuk pertumbuhan dan hasil kedelai mulching and amelioration saline soil for growth and yield of soybean. J Agron Indonesia, 46(2), 182â.
Rohmatika, S. Y., & HARIYANTO, B. (2019). Kajian Tentang Kualitas Air Sumur Dangkal Sebagai Sumber Air Minum Di Desa Sawohan Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Swara Bhumi, 1(2).
Yanti, I. K. A., & Kusuma, Y. R. (2021). Pengaruh kadar air dalam tanah terhadap kadar c organik dan keasaman (pH) tanah. Indonesian Journal of Chemical Research, 92-97.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rivaldo Putra Fawwaz Nikijuluw, Moch. Arifin, Purwadi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta (Copyright) artikel yang dipublikasikan di Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture dipegang oleh penulis (Copyright by Authors) di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY). Sehingga penulis tidak memerlukan perjanjian pengalihan hak cipta yang harus diserahkan kepada redaksi.