Biokonversi Limbah Kulit Durian dan Ampas Tahu dengan Bioaktivator Cairan Rumen Sapi terhadap Kandungan Hara Makro Kompos
DOI:
https://doi.org/10.25047/agropross.2026.932Abstrak
Kulit durian dan ampas tahu merupakan limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah melalui pengomposan untuk menghasilkan pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis bioaktivator cairan rumen sapi yang paling efektif dalam pengomposan kombinasi kulit durian dan ampas tahu berdasarkan standar mutu kompos SNI 2024. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2022–Januari 2023 dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu kontrol (tanpa rumen sapi), serta penambahan cairan rumen sapi 3%, 5%, dan 7% dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, NPK, C-organik, dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cairan rumen sapi meningkatkan kualitas hara kompos. Perlakuan rumen sapi 7% memberikan hasil terbaik dengan peningkatan N-total, P-tersedia, K-total, C-organik, serta penurunan rasio C/N, dan seluruh parameter telah memenuhi standar mutu kompos SNI 2024. Cairan rumen sapi berpotensi digunakan sebagai bioaktivator untuk meningkatkan kualitas kompos dari limbah organik.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Romi Brian Sitompul, Ervina Aryanti, Riska Dian Oktari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta (Copyright) artikel yang dipublikasikan di Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture dipegang oleh penulis (Copyright by Authors) di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY). Sehingga penulis tidak memerlukan perjanjian pengalihan hak cipta yang harus diserahkan kepada redaksi.