Applied Animal Science Proceeding Series https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science <p>Livestock production, Animal health, Animal nutrition, Feed technology, Livestock technology, Livestock industry, Socio-economy of livestock, Livestock Agribusiness</p> Politeknik Negeri Jember en-US Applied Animal Science Proceeding Series 2808-2311 Produksi, komposisi botani dan kapasitas tampung padang penggembalaan alam Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/256 <p>Padang penggembalaan perlu didata dan dikelola karena sebagai sumber pakan yang murah dan mudah diperoleh untuk dikonsumsi ternak. Tujuan penelitian untuk mengetahui produksi, komposisi botani dan kapasitas tampung di Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan di padang penggembalaan alam Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dan pengukuran serta pengamatan langsung di lapangan. Pengukuran produksi hijauan menggunakan metode <em>“Actual Weight Estimate”</em> dengan menggunakan kuadran ukur 1 m x 1 m. Data yang diperoleh ditabulasi dan dihitung untuk mendapatkan total produksi hijauan pakan, komposisi botani, dan kapasitas tampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padang penggembalaan Kecamatan Haharu memiliki produksi bahan segar sebesar 2.109,512 kg/ha, produksi bahan kering sebesar 1.304,754 kg/ha, nilai <em>Summed Dominance Ratio</em> (SDR) rumput 98,74%, legum 1,08 %, dan gulma 0,17 %. Padang penggembalaan ini juga memiliki kapasisitas tampung sebesar 0,03 ST/ha/tahun. Kesimpulan, padang padang penggembalaan alam di Kecamatan Haharu didominasi oleh rumput alam dengan kapasitas tampung yang rendah pada musim kemarau.</p> Marselinus Hambakodu Copyright (c) 2021 Marselinus Hambakodu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.14 Komposisi botani dan produksi biomasa hijauan di Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi Riau https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/254 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hijauan yang tumbuh di Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian diawali dengan survey (observasi lapang dan penentuan lokasi) kemudian pengambilan sampel hijauan pada 5 Desa yaitu desa Kampung Baru, Pisang Berebus, Petapahan, Pulau Mungkur, Gunung. Masing-masing Desa diambil 5 lokasi, setiap lokasi diambil 5 titik. Penelitian dilanjutkan dengan identifikasi jenis hijauan dan perhitungan produksi hijauan. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel hijauan terdiri dari kuadran 0,5 x 0,5 m<sup>2</sup>, gunting rumput, sabit, kantong plastik ukuran 10 dan ukuran 2 kg, karung, tali plastik, dan alat tulis. Perhitungan hijauan dengan persentase total hijauan, perhitungan produksi hijauan dilakukan dengan rata rata tiap desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis hijauan, yang terdiri atas rumput, legum dan gulma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hijauan yang paling dominan tumbuh di Kecamatan Gunung Toar adalah dari jenis rumput/gramineae 42,53%, Rumput Bede (<em>Brachiaria decumbens</em>) 13,94% dan leguminosae 21,45%. Produksi biomas hijauan tertinggi di Desa Patabahan 73,44 ton/ha/th.</p> Infitria Infitria Pajri Anwar Jiyanto Jiyanto Muhajirin Muhajirin Copyright (c) 2021 Infitria, Pajri Anwar, Jiyanto, Muhajirin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.12 Perbaikan strategi pemasaran sapi Brahman Cross, Peranakan Limousin, dan Peranakan Simental di PT. Tunas Jaya Raya Abadi Nganjuk https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/251 <p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran di PT Tunas Jaya Raya Abadi Nganjuk. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat bantu dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dioperoleh dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di PT Tunas Jaya Raya Abadi Nganjuk sangat baik. Hal ini berdasarkan pada matriks faktor strategi internal yang menunjukkan nilai positif (+), nilai kekuatan lebih besar daripada kelemahan (S=2,22 &gt; W=0,68). Matriks faktor eksternal menunjukkan bahwa nilai positif di mana nilai peluang lebih besar daripada ancaman (O=2,78 &gt; T=0,71). Kondisi lingkungan di PT Tunas Jaya Raya Abadi sangat baik untuk dilakukan usaha, dengan skor total faktor peluang (SO=5). Penentuan strategi yang sesuai yaitu dengan menerapkan <em>selective strategy.</em> Strategi SO yang dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen dengan cara bersikap santun, melayani secara intesif, dan sabar dalam melayani keinginan konsumen serta menjalin hubungan yang baik kepada konsumen dengan menjaga kualitas sapi yang dijual.</p> Niswatin Hasanah Zulfa Isnaini Suci Wulandari Dyah Laksito Rukmi Nanang Dwi Wahyono Copyright (c) 2021 Niswatin Hasanah, Zulfa Isnaini, Suci Wulandari, Dyah Laksito Rukmi, Nanang Dwi Wahyono https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.10 Penambahan kandungan rafinosa pada bahan eksten- der tris kuning telur itik terhadap performa semen beku kerbau https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/249 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kandungan rafinosa pada bahan ekstender tris kuning telur itik terhadap performa semen beku kerbau. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kali penampungan sebagai kelompok. Kandungan rafinosa diberikan dengan berbagai konsentrasi yaitu perlakuan kontrol (KR 0), 1% (KR 1), 1,5% (KR 1,5) dan 2% (KR 2) rafinosa. Variabel yang di amati meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas dan membran plasma utuh (MPU). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata motilitas semen pada perlakuan KR 0 adalah 20,00±0,00%, KR 1 sebesar 17,50±5,00%, KR 1,5 sebesar 15,00±5,77%, dan KR 2 sebesar 17,50±5,00%; rata-rata viabilitas untuk perlakuan KR 0, KR 1, KR 1,5 dan KR 2 masing-masing adalah 25,10±1,65%, 25,50±2,27%, 22,90±2,02%, dan 24,40±1,70%. Rata-rata persentase abnormalitas untuk perlakuan KR 0, KR 1, KR 1,5 dan KR 2 masing-masing adalah 16,0±1,47%, 16,10±1,80%, 17,10±2,66%, dan 17,30±1,32%, sedangkan rata-rata persentase membran plasma utuh untuk perlakuan KR 0, KR 1, KR 1,5 dan KR 2 masing-masing adalah 24,30±0,87%, 24,60±0,75%, 22,60±1,38%, dan 23,60±1,80%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan kandungan rafinosa pada pengencer tris kuning telur itik tidak memberikan pengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan membran plasma utuh spermatozoa kerbau<em>.</em></p> Tinda Afriyani Rovina Satriyen Jaswandi Jaswandi Elly Roza Adisti Rastosari Anna Farhana Copyright (c) 2021 Tinda Afriyani, Rovina Satriyen, Jaswandi, Elly Roza, Adisti Rastosari, Anna Farhana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.8 Studi performa Domba Sapudi pada berbagai umur di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Jember – Jawa Timur https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/247 <p>Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah performa domba sapudi pada berbagai fase umur dan domba sapudi pada fase umur berapakah yang memiliki performa dan efisiensi pakan terbaik. Studi ini dilaksanakan di UPT Produksi Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Jember pada tanggal 15 Agustus 2020 - 10 September 2020. Bahan yang digunakan dalam studi ini adalah domba sapudi betina dengan tiga (3) fase umur yakni, umur 3 - 6 bulan dengan rerata bobot badan sebesar 13,36 kg; 6 - 12 bulan dengan rerata bobot badan 16,68 kg; dan &gt;12 bulan dengan rerata bobot badan 19,58 kg. Masing - masing fase umur terdiri dari 10 ekor domba. Data disajikan dalam bentuk tabel yang dijabarkan secara deskriptif. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian, nilai konversi pakan, dan <em>income over feed cost</em> sebagai tolak ukur efisiensi pakan. Performa domba Sapudi&nbsp; dan efisiensi pakan terbaik dihasilkan pada fase umur &gt;12 bulan, yaitu PBBH sebesar 55,71 g/ekor/hari, dan rerata konversi pakan 10,42 dengan menghasilkan IOFC sebesar Rp1.400.</p> Luqman Bimo Aji Erfan Kustiawan Suci Wulandari Niswatin Hasanah Copyright (c) 2021 Luqman Bimo Aji, Erfan Kustiawan, Suci Wulandari, Niswatin Hasanah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.6 Pengaruh penambahan bio-emulsifier dari Pseudomonas fluorescens pada pakan terhadap performa broiler https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/244 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan <em>Bio-emulsifier</em> dari <em>Pseudomonas fluorescen</em><em>s</em> pada pakan terhadap performa broiler dan mengetahui level terbaik penambahan <em>Bio-emulsifier</em> dari <em>Pseudomonas fluoresce</em><em>ns</em> pada pakan broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Level <em>Bio-emulsifier</em> yang diberikan yaitu P0 = pakan kontrol tanpa <em>Bio-emulsifier</em>, P1 = 0,5 g/kg pakan, P2 = 1 g/kg pakan, P3 = 1,5 g/kg pakan. Parameter penelitian ini yaitu konsumsi pakan (g/ekor), pertambahan bobot badan (g/ekor) dan konversi pakan. Data dianalisis statistik dengan menggunakan uji Annova. Hasil penelitian ini menunjukan perbedaan nyata (P&lt;0,05) terhadap konsumsi pakan broiler. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan <em>Bio-emulsifier</em> dari <em>Pseudomonas fluorescen</em><em>s</em> pada pakan berpengaruh terhadap konsumsi pakan, pada level 0,5 g/kg pakan diperoleh konsumsi pakan rendah yaitu 2026,36 g/ekor dengan nilai konversi pakan sebesar 1,75.</p> Misbahul Jannah Budi Prasetyo Dharwin Siswanto Dadik Pantaya Copyright (c) 2021 Misbahul Jannah, Budi Prasetyo, Dharwin Siswanto, Dadik Pantaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.4 Interpretasi tingkat kejadian dan gejala klinis Hipofungsi ovaria pada induk sapi potong di Provinsi Jambi https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/261 <p>Hipofungsi ovaria merupakan salah satu gangguan reproduksi yang ditemukan pada induk sapi potong di Provinsi Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tingkat kejadian dan gejala klinis hipofungsi ovaria pada induk sapi potong Provinsi Jambi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2021. Penelitian dilakukan di 11 Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada laman website iSIKHNAS dengan mengumpulkan data sekunder dari tahun 2017-2020. Variabel data yang dikumpulkan adalah jumlah induk sapi potong gangguan reproduksi di Provinsi Jambi, jumlah induk hipofungsi ovaria Provinsi Jambi dan gejala klinis yang dilaporkan pada hipofungsi ovaria. Data yang diperoleh ditabulasi menggunakan Microsoft Excel tahun 2016, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh dari seluruh induk sapi yang mengalami gangguan reproduksi di Provinsi Jambi pada tahun 2017-2020, induk yang didiagnosa hipofungsi ovaria sebanyak 22.0% pada tahun 2017, 21.3% pada tahun 2018, 18.0% pada tahun 2019 dan 13.0% pada tahun 2020. Gejala klinis hipofungsi ovaria yang tampak paling banyak setiap tahunnya adalah anestrus, 60.9% pada tahun 2017, 50.4%, tahun 2018, 62.9% tahun 2019, 37.9% tahun 2020. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat kejadian hipofungsi ovaria mengalami penurunan dari tahun 2017-2020, yang umumnya ditandai dengan gelaja klinis anestrus.</p> Sari Yanti Hayanti Yeni Widyaningrum Hastuti Handayani S. Purba Copyright (c) 2021 Sari Yanti Hayanti, Yeni Widyaningrum, Hastuti Handayani S. Purba https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.19 Pemanfaatan daun jati (Tectona grandis) sebagai pakan ternak: Review https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/242 <p>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun jati <em>(Tectona grandis</em>) sebagai pakan ternak. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak yakni untuk pertumbuhan dan produksi ternak. Indonesia memiliki banyak potensi alam yang dapat dijadikan sebagai pakan. Daun jati merupakan bagian dari pohon jati yang memiliki kandungan nutrient cukup baik dan berpotensi sebagai pakan ternak. Daun jati dapat mengantikan limbah pertanian dan hijauan terutama saat musim kemarau serta sebagai feed additive. Akan tetapi, pemberian daun jati tidak bisa diberikan secara langsung karena memiliki zat anti nutrisi tanin, tidak semua ternak dapat tahan terhadap zat anti nutrisi sehingga pemberian daun jati perlu pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan daun jati selama ini dapat dilakukan melalui tiga acara yaitu dengan metode ekstraksi, penepungan, dan fermentasi. Hasil dari ketiga metode tersebut berbeda-beda sesuai tujuan pengolahannya. Penggunaan daun jati baik difermentasi, dimanfaatkan sebagai ekstrak dan tepung berpengaruh nyata terhadap produktivitas tenak. Hasil yang diperoleh yakni tepung daun jati pada level 1,2% efektif untuk menggantikan antibiotik sintetis. Fermentasi daun jati dengan dosis 10% efisien mengunakan bakteri <em>Actinobacillus sp.</em> dapat menurunkan kandungan serat kasar dan meningkatkan kandungan protein kasar. Suplementasi fitobiotik ekstrak daun jati dengan pemberian 1,6% mampu meningkatkan profil darah, khususnya trombosit, ayam petelur. Saran yang dapat diberikan untuk keberlanjutan pemanfaatan daun jati yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk pemanfaatan daun jati pada ternak ruminansia.</p> Ana Fitriyah Chrisdina Aglistinova Nadya Arsa Difa Rera Feby Agung Pangestu Habibilah Habibilah Rizki Amalia Nurfitriani Sadarman Sadarman Copyright (c) 2021 Ana Fitriyah, Chrisdina Aglistinova, Nadya Arsa Difa Rera, Feby Agung Pangestu, Habibilah, Rizki Amalia Nurfitriani, Sadarman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.2 Parasit gastrointestinal pada Domba Ekor Gemuk di Kabupaten Jember https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/259 <p>Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi parasit gastrointestinal yang menginfeksi saluran pencernaan pada Domba Ekor Gemuk di kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan sampel feses segar dari 50 ekor Domba Ekor Gemuk di kabupaten Jember. Pengambilan sampel secara acak dengan tidak membedakan jenis kelamin dan umur Domba Ekor Gemuk. Identifikasi parasit gastrointestinal dengan menggunakan uji apung (<em>flotation methods</em>) kemudian dilakukan pengamatan morfologi telur cacing dan oosista yang ditemukan pada sampel feses Domba Ekor Gemuk. Hasil identifikasi adalah ditemukannya parasit gastrointestinal pada Domba Ekor Gemuk di kabupaten Jember dari kelas nematoda dan protozoa. Parasit cacing kelas nematoda yang teridentifikasi adalah <em>Strongyloides</em> sp., <em>Cooperia </em>sp., <em>Moniezia </em>sp., <em>Capillaria </em>sp., dan <em>Ostertagia </em>sp., sedangkan protozoa yang teridentifikasi adalah <em>Eimeria </em>sp. Prevalensi parasit gastrointestinal didominasi oleh <em>Strongyloides</em> sp. (20%), <em>Eimeria</em> sp. (8%), <em>Moniezia </em>sp. (8%), <em>Capillaria </em>sp. (4%), <em>Cooperia </em>sp. (2%), dan <em>Ostertagia </em>sp. (2%). Kejadian infeksi murni atau infeksi tunggal (<em>single infections</em>) sebanyak 95% dan infeksi campuran (<em>co-infections</em>) sebanyak 5%.</p> Aan Awaludin Agustinus Gede Nyoman Mariyanto Nurkholis Nurkholis Suci Wulandari Suluh Nusantoro Nur Muhamad M. Adhyatma Rizki Amalia Nurfitriani Theo Mahiseta Syahniar Gayuh Syaikhullah Mira Andriani Yudhi Ratna Nugraheni Copyright (c) 2021 Aan Awaludin, Agustinus Gede Nyoman Mariyanto, Nurkholis, Suci Wulandari, Suluh Nusantoro, Nur Muhamad, M. Adhyatma, Rizki Amalia Nurfitriani, Theo Mahiseta Syahniar, Gayuh Syaikhullah, Mira Andriani, Yudhi Ratna Nugraheni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.17 Kajian nilai gizi dendeng daging kelinci dengan metode pembuatan dan pengeringan yang berbeda https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/257 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembuatan dan pengeringan yang berbeda terhadap nilai gizi dendeng daging kelinci. Metode pembuatan dendeng yaitu iris dan giling. Metode pengering dendeng yaitu kering matahari dan kering oven. Nilai gizi dendeng dihitung berdasarkan angka kecukupan dendeng yang mengacu pada rata-rata kecukupan energi orang per hari yaitu 2.150 kkal, protein total 60 g, dan lemak total 67 g dengan takaran saji 50 g per sajian. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Data hasil perhitungan angka kecukupan gizi dendeng dianalisis dengan analisis variansi pola faktorial dan perbedaan rerata diuji dengan uji Duncan’s Multiple Range Test. Metode pembuatan dan pengeringan yang berbeda berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap energi dari lemak dan lemak total dendeng. Hasil penelitian menunjukkan ada interaksi yang nyata (P&lt;0,05) antara metode pembuatan dan pengeringan yang berbeda terhadap total kalori dari lemak, lemak total, dan protein total dendeng. Dendeng giling kering matahari adalah dendeng paling baik dengan protein total tertinggi dan lemak total terendah.</p> Agus Hadi Prayitno Rusman Rusman Soeparno Soeparno Copyright (c) 2021 Agus Hadi Prayitno, Rusman, Soeparno https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.15 Biokonversi limbah ampas tahu dan limbah sayur dengan menggunakan agen larva Black Soldier Fly (Hermetia illucent) https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/255 <p>Sejumlah sampah organik yang dihasilkan sebagian besar masih belum dikelola dengan baik sehingga dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. Teknologi paling mudah yang dapat digunakan untuk memanfaatkan sampah organik adalah pengomposan. Salah satu agen serangga yang saat ini popular dan dapat digunakan sebagai dekomposer limbah organik adalah larva <em>Black Soldier Fly</em> (Hermetia Illucent). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu hasil biokonversi limbah organik sayur dan ampas tahu dengan menggunakan larva BSF. Parameter yang diuji yaitu derajat keasaman (pH), kadar air (KA), nitrogen (N), fosfor (P), rasio C/N, dan kalium (K). Hasil pengujian menunjukkan bahwa limbah organik ampas tahu dan limbah sayur yang telah dibiokonversi dengan menggunakan larva BSF selama 15 hari menghasilkan nilai N, P, K, C/N, pH, dan KA yang sesuai dengan persyaratan SNI 19-7030-2004 tentang Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa larva BSF mampu mendekomposisi limbah organik dengan cepat dan menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat bagi tanah, tanaman dan lingkungan.</p> Listya Purnamasari Wildan Muhlison Irwanto Sucipto Copyright (c) 2021 Listya Purnamasari, Wildan Muhlison, Irwanto Sucipto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.13 Substitusi tepung ikan dengan tepung pupa ulat sutera terhadap biaya produksi dan pendapatan pada puyuh (Cortunix cortunix japonica) https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/253 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substituti tepung ikan dengan tepung pupa ulat sutera terhadap biaya produksi dan keuntungan pada puyuh petelur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 4 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 10 ekor puyuh. Perlakuan pakan yang diberikan adalah R0: pakan mengandung 8% tepung ikan, tanpa tepung pupa ulat sutera (kontrol), R1: pakan mengandung tepung pupa ulat sutera menggantikan 25% protein dari tepung ikan, R2: pakan mengandung tepung pupa ulat sutera menggantikan 50% protein dari tepung ikan, dan R3: pakan mengandung tepung pupa ulat sutera menggantikan 75% protein dari tepung ikan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung pupa ulat sutera berpengaruh nyata (P&lt;0,05) meningkatkan biaya pakan, pendapatan dan IOFC selama 8 minggu pemeliharaan. Level terbaik untuk menghasilkan pendapatan dan IOFC yang tertinggi adalah penambahan tepung pupa ulat sutera menggantikan 25% protein dari tepung ikan.</p> Reikha Rahmasari Sumiati Sumiati Dewi Apri Astuti Rosa Tri Hertamawati Copyright (c) 2021 Reikha Rahmasari, Sumiati, Dewi Apri Astuti, Rosa Tri Hertamawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.11 Analisis finansial usaha peternakan ayam petelur CV Makmur Jaya Lumajang Jawa Timur https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/250 <p>Studi kasus ini dilakukan di CV Makmur Jaya Lumajang. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha pada CV Makmur Jaya Lumajang ditinjau dari segi analisis finansial. Studi ini dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus sampai dengan 13 September 2020 di peternakan ayam ras petelur CV Makmur Jaya Lumajang. Pada studi kasus menggunakan bahan yaitu ayam ras petelur strain <em>Hysex Brown</em> sebanyak 30.000 ekor. Parameter pengamatan menggunakan analisis penerimaan atas biaya, dan analisis titik impas. Hasil pengamatan ini menunjukkan bahwa hasil penerimaan sebesar Rp9.223.780.000,00 dan angka pendapatan sebesar Rp1.603.955.000,00. Sehingga dengan hasil tersebut dapat menentukan analisis penerimaan atas biaya 1,210. Hasil pada analisis BEP harga memperoleh hasil Rp14.615,845 dan pada BEP produksi 448.225 kg. Dengan demikian peternakan ayam ras petelur CV Makmur Jaya Lumajang usahanya memperoleh keuntungan dan layak untuk dijalankan.</p> Niswatin Hasanah Ferrinda Melynia Suluh Nusantoro Suci Wulandari Copyright (c) 2021 Niswatin Hasanah, Ferrinda Melynia, Suluh Nusantoro, Suci Wulandari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.9 Tingkat penerapan biosekuriti pada usaha peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Jember https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/248 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerpan biosekuriti serta pengaruhnya terhadap produktivitas ayam ras petelur di Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan korelasi dengan pengamatan langsung terhadap tingkat penerapan biosekuriti dan wawancara dengan para peternak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan <em>purposive sampling</em> pada 10 peternak dengan populasi di atas 1000 ekor. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode survey dan kuisioner untuk memberikan gambaran dari jawaban yang diberikan responden. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase untuk mengetahui tingkat penerapan biosekuriti, regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruhnya dan korelasi untuk mengetahui hubungan tingkat penerapan biosekuriti dengan produktivitas ayam petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan biosekuriti di Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember masih rendah (di bawah 60%). Hal ini dapat diketahui dari hasil survey hanya sebesar 55,7% peternak yang menerapkannya. Hasil produktivitas ayam yang meliputi mortalitas, hen day dan FCR tidak sesuai dengan standart pemeliharaan yang dianjurkan. Hal ini menandakan bahwa ayam yang dipelihara kurang produktif. Penerapan biosekuriti berdasarkan biosekuriti konseptual, structural dan operasional di Kecamatan Sumberjambe sebesar 55.7%Pengaruh tingkat penerapan biosekuriti yang rendah menyebabkan produktivitas ayam ras petelur juga rendah.</p> Mohamad Haqiqi Rosa Tri Hertamawati Reikha Rahmasari Copyright (c) 2021 Mohamad Haqiqi, Rosa Tri Hertamawati, Reikha Rahmasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.7 Pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan-1 (KUB) di Sumatera Utara https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/246 <p>Ayam KUB-1 merupakan ayam yang dihasilkan dari seleksi ayam kampung yang dilakukan oleh Balitnak. Ayam KUB-1 memiliki keunggulan berupa tingginya produksi telur. BPTP Sumatera Utara merupakan salah satu unit pelaksana teknis yang mengembangkan ayam KUB di Sumatera Utara. &nbsp;Sebagai kooperator adalah petani-peternak yang sudah ditentukan untuk peternak inti dan peternak plasma. Dilakukan Pembangunan kandang inti dan pembangunan kandang plasma.Ayam pullet KUB-1 populasi 500 ekor di kandang inti dan 250 ekor DOC didistribusikan ke kandang plasma 1 di Desa Galang Suka Kec. Galang Kab. Deli Serdang, Plasma 2 di Kelurahan Sari Rejo Kec. Medan Polonia Kota Medan dan Plasma 3 di Desa Pematang Cengal Barat Kec. Tanjung Pura Kab Langkat. Produktivitas produksi ayam KUB-1 di ketiga kandang tidak berbeda jauh hanya kandang Desa Galang Suka Kabupaten Deli Serdang lebih rendah jika dibandingkan dengan kandang Sari Rejo Kota Medan dan kandang Desa P.Cengal Kabupaten Langkat. Nilai IOFC terendah dimiliki oleh peternak yang berasal dari kandang plasma Desa Galang Suka, Kabupaten Deli Serdang dan nilai IOFC yang tertinggi adalah kandang plasma Desa P. Cengal Kabupaten Langkat.</p> Aulia Rahmad Hasyim Khadijah El Ramija Khairiyah Khairiyah Alwiyah Alwiyah Copyright (c) 2021 Aulia Rahmad Hasyim, Khadijah El Ramija, Khairiyah, Alwiyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.5 Kajian karakteristik peternak terhadap tingkat kebuntingan sapi potong di Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/262 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik peternak terhadap tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Karakteristik peternak yang diamati antara lain usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengalaman beternak, dan tingkat kemampuan peternak dalam mendeteksi birahi sapi. Koleksi data primer dilakukan dengan metode survei menggunakan kuisioner dan data sekunder melalui data rekording dari dinas peternakan terkait. Metode pengambilan sampel menggunakan <em>random sampling</em>. Data yang terkumpul ditabulasi, diolah, dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peternak berusia 41-60 tahun (50%), tingkat pendidikan SMA/SMK (46%), pekerjaan sebagai petani (60%), dan pengalaman beternak sekitar 6-10 tahun (53%). Tingkat kemampuan peternak dalam mendeteksi birahi sapi sebesar 74% melalui tanda-tanda berupa sapi gelisah, bersuara, menaiki ternak lain, dan/atau keluar lendir bening dari vulva sapi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik peternak dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kebuntingan sapi potong rakyat di Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap.</p> Nezar Nafianda Mega Mila Panjuni Hanung Pratiwi Aan Awaludin Dyah Laksito Rukmi Theo Mahiseta Syahniar Copyright (c) 2021 Nezar Nafianda, Mega Mila Panjuni, Hanung Pratiwi, Aan Awaludin, Dyah Laksito Rukmi, Theo Mahiseta Syahniar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.20 Nitrat: karakteristik antinutrisi, dampak negatif, potensi aditif, dan efektivitas agen defaunasi https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/243 <p>Kajian pustaka ini memberikan informasi karakteristik, dampak negatif, dan potensi aditif, dan efek positif dari penggunaan antinutrisi nitrat. Antinutrisi merupakan komponen senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalam tanaman dan dapat membahayakan ternak. Dampak negatif dari nitrat diantaranya keracunan pada ternak akibat reduksi nitrat dalam darah membentuk methamoglobin (MetHb) dan berpotensi menyebabkan keguguran pada ternak bunting akibat <em>hypoxia</em>. Meskipun demikian, nitrat dalam konsentrasi rendah dapat digunakan sebagai aditif pakan dan berdampak positif bagi produktifitas ternak. Pemanfaatan nitrat dalam bahan pakan hijauan bermanfaat sebagai agen defaunasi pada rumen ternak ruminansia. Penurunan populasi protozoa dalam rumen dapat meningkatkan kecernaan serat kasar sehingga bersifat menguntungkan karena terjadinya efisiensi produksi dan meningkatnya pertumbuhan ternak. Efek positif bagi lingkungan dengan adanya defaunasi adalah menurunkan emisi gas metan sebagai hasil dari proses metabolisme ternak ruminansia. Kesimpulan dari tulisan ini adalah senyawa antinutrisi pada pakan disamping memiliki dampak negatif, juga besar kemungkinan memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan baik bagi ternak maupun lingkungan.</p> Mila Riskiatul Rohma Irfan Zubairi Aldian Dwi Aryono Lanang Nasrullah Desy Cahya Widianingrum Copyright (c) 2021 Mila Riskiatul Rohma, Irfan Zubairi, Aldian Dwi Aryono, Lanang Nasrullah, Desy Cahya Widianingrum https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.3 Pengobatan mastitis pada sapi perah Peranakan Friesian Holstein di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Kediri https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/260 <p>Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengobatan mastitis pada sapi perah di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Kediri. Studi ini merupakan studi kasus di lapangan yang dilakukan dengan cara melakukan pengobatan secara langsung kepada ternak yang terinfeksi mastitis, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Pelaksanaan pengobatan dilakukan di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Kediri selama 7 hari yaitu pada tanggal 14 September sampai dengan 20 September 2020. Penanganan terhadap ternak yang terdiagnosa mastitis di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Kediri perlu dilakukan berupa pengobatan karena terjadi penurunan rata-rata produksi susu sebesar 5,1 liter/hari. Pengobatan mastitis dilakukan dengan menggunakan Biomycin M, Vet-Oxy La, dan Phenylject. Pengobatan tersebut menunjukkan pengaruh yang baik terhadap sapi perah. Hal tersebut ditandai dengan sembuhnya ternak yang terjangkit mastitis dan meningkatnya kembali produksi susu sebesar 1,6 liter/hari setelah dilakukan pengobatan. Hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pengobatan dengan menggunakan Biomycin M, Vet-Oxy La, dan Phenylject dapat menyembuhkan mastitis pada sapi perah.</p> Mega Mila Panjuni Farizal Abdi Firdaus Erfan Kustiawan Hariadi Subagja Theo Mahiseta Syahniar Copyright (c) 2021 Mega Mila Panjuni, Farizal Abdi Firdaus, Erfan Kustiawan, Hariadi Subagja, Theo Mahiseta Syahniar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.18 Tren perkembangan, kondisi, permasalahan, strategi, dan prediksi komoditas peternakan Indonesia (2010-2030) https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/241 <p>Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tren perkembangan populasi dan produksi berbagai komoditas ternak di Indonesia sehingga dapat menggambarkan peluang dan tantangan serta strategi efisiensi produksi nasional. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan peramalan menggunakan <em>time series expert modeler</em> data tahun 2010-2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produtivitas selama 10 tahun terakhir masih tergolong rendah dan belum dapat memenuhi kebutuhan nasional. Prediksi populasi ternak cenderung meningkat kecuali sapi perah dan kerbau. Produksi daging total (ruminansia dan unggas) dan telur selama 10 tahun kedepan diperkirakan meningkat, namun produksi susu cenderung stagnan. Sistem usaha peternakan secara umum masih perlu ditingkatkan. Strategi peningkatan melalui optimalisasi integrasi pakan lokal, penyediaan bibit unggul, aplikasi teknologi adaptif, implementasi pola kemitraan dan optimalisasi wilayah strategis sesuai komoditas ternak. Perbaikan tersebut diharapkan dapat menyumbang peningkatan populasi ternak ruminansia dan ungags serta produksi nasional.</p> Desy Cahya Widianingrum Himmatul Khasanah Copyright (c) 2021 Desy Cahya Widianingrum, Himmatul Khasanah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.1 Perbaikan kualitas kimiawi tepung kuning telur ayam dengan fermentasi kuning telur menggunakan ragi tempe https://proceedings.polije.ac.id/index.php/animal-science/article/view/258 <p class="Abstract" style="margin: 24.0pt 0cm 12.0pt 70.9pt;"><span lang="EN-GB" style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi yang berbeda dan tidak difermentasi pada kualitas kimia (pH, protein dan lemak). Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan (eksperimental) Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 dengan perlakuan yaitu P0 (tidak di fermentasi), P1 (fermentasi), P2 (fermentasi) dan P3 (fermentasi). Materi yang digunakan kuning telur dan ragi tempe (0,4%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) apabila terdapat perbedaan maka dilakukan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Lama fermentasi (P1, P2, dan P3) menggunakan ragi tempe menunjukan hasil berbeda nyata (P&lt;0,01) terhadap kualitas kimia (pH, protein, dan lemak). Lama fermentasi selama 24 jam meningkatkan nilai kadar protein dan menurunkan nilai lemak kasar tepung kuning telur.</span></p> Arifah Asifatul Fadilah Rosa Tri Hertamawati Copyright (c) 2021 Arifah Asifatul Fadilah, Rosa Tri Hertamawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-12-23 2021-12-23 2 10.25047/animpro.2021.16